Senin, 10 Agustus 2020

Materi Dinul Islam Kelas 4 "Kisah Zubair bin Awwam"

 

ZUBAIR BIN AWWAM

Zubair bin Awwam bin Khuwailid merupakan putra dari bibi Rasulullah yaitu bernama Shafiyah binti Abdil Muthalib. Zubair bin Awwam termasuk salah satu orang yang dijamin masuk surga.

Zubair bin Awwam dilahirkan pada tahun ke 28 sebelum Hijrah. Zubair masuk Islam di Makkah. Zubair masuk Islam pada usia 8 tahun atau ada pula pendapat yang menyebutkan Zubair masuk Islam pada usia 15 tahun.

Kaum kafir Quraisy dan keluarga Zubair marah ketika mengetahui Zubair masuk Islam. Paman Zubair menggulung badan Zubair dengan tikar, lalu dipanaskan dengan api. Penyiksaan tersebut dilakukan agar Zubair kembali kepada agama nenek moyangnya. Namun, dengan keyakinan yang sangat kuat Zubair menolak dan berkata dengan suara yang keras “Aku tidak akan kembali kepada kekufuran selama-lamanya”.

Zubair tetap teguh pendirian untuk mempertahankan keislamannya, sehingga orang-orang musyrik pun terus memberikan banyak siksaan. Ketika kaum muslimin berhijrah ke Habasiyah, Zubair pun ikut berhijrah ke Habasiyah. Kemudian Zubair menikah dengan putri Abu Bakar yaitu bernama Asma binti Abu Bakar.

Zubair kemudian berhijrah bersama kaum muslimin ke Madinah dengan tujuan agar Zubair dapat memulai perjuangan di jalan Allah melawan pasukan musyrikin dan kafir. Perang-perang yang diikuti oleh Zubair bin Awwam yaitu:

a.    Perang Badar

b.    Perang Uhud

c.    Perang Khandaq

d.    Perang Yarmuk

e.    Perang Jamal

Sejak masuk Islam, Zubair tidak pernah jauh dari Rasulullah Saw. Ia tidak rela jika ada orang yang menyakiti Rasulullah. Ia sangat mencintai Rasulullah SAW dan selalu melindunginya. Karenanya, Ia pun diberi julukan pembela Nabi karena Ia adalah orang pertama yang menghunuskan pedangnya demi membela Rasulullah SAW.

Dari Aurah dan Ibnu al-Musayyib keduanya berkata, “Laki-laki pertama yang menghunuskan pedangnya di jalan Allah adalah Zubair.” itu terjadi saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diganggu, lalu ia menghunuskan pedangnya kepada orang-orang yang mengganggu Nabi.

Zubair bin Awwam pun di juluki Hawari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hawari artinya yaitu pengikut setia. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di hari Perang Ahzab, “Siapa yang akan memerangi Bani Quraidhah?” Zubair menjawab, “Saya (ya Rasulullah)” Beliau kembali bertanya, “Siapa yang akan memerangi Bani Quraidhah?” Zubair kembali merespon, “Saya” Lalu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap nabi memiliki hawari (teman-teman setia), dan hawariku adalah Zubair.”

Setelah Rasulullah wafat, kekhalifahan (kepemimpinan) pun dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq dan diteruskan oleh Umar bin Khattab. Pada masa tersebut, Zubair merupakan seorang tentara.

Zubair dapat mengalahkan kaum musyrikin dan menaklukan sejumlah negeri, lalu para penduduk di negeri-negeri tersebut pun masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.

Zubair merupakan sosok orang yang dermawan, sering bersedekah dan telah membagikan seluruh hartanya kepada orang-orang fakir.

Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan, Zubair dan Thalhah berperang melawan Ali bin Abi Thalib dalam sebuah perang. Perang tersebut dinamakan perang Jamal. Perang ini merupakan perang pertama antar sesama muslim, dan dinamakan sebagai perang saudara.

Ali bin Abi Thalib pun menemui Zubair kemudian berkata “Wahai Zubair, tidakkah kamu mendengar perkataan Rasulullah saw. Yang ditujukan untuk mu ‘Sesungguhnya kamu akan memerangi Ali (saat itu) kamu berbuat dzalim kepadanya”

Setelah mendengarkan perkataan Ali, Zubair pun langsung teringat dengan ucapan Rasulullah tersebut. Maka Zubair dan Thalhah pun segera mundur dari medan perang.

Akan tetapi, para pembuat fitnah menolak untuk mundur dari perang. Para pembuat fitnah akan mundur dari perang apabila telah membunuh Zubair dan Thalhah. Para pembuat fitnah pun pertama kali membunuh Thalhah.

Kemudian ketika Zubair sedang shalat, tiba-tiba seorang laki-laki bernama Amr bin Jurmuz melemparkan anak panah ke arah Zubair. Hingga akhirnya Zubair pun terbunuh. Zubair meninggal pada usia 66 atau 67 tahun.

Kabar wafatnya Zubair membawa duka mendalam bagi amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Nerakalah bagi pembunuh putra Shafiyyah ini.” Saat pedang Zubair dibawakan ke hadapannya, Ali pun menciumi pedang tersebut sambil berurai air mata, lalu berucap “Demi Allah, pedang yang membuat pemilikinya mulia (dengan berjihad) dan dekat dengan Rasulullah (sebagai hawari)

Setelah jasadnya selesai dimakamkan, Ali mengucapkan kalimat perpisahan kepada Zubair, “Sungguh aku berharap bahwa aku, Thalhah, Zubair, dan Utsman termasuk orang-orang yang difirmankan Allah,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47)

Ali menatap kubur Thalhah dan Zubair sambil mengatakan, “Sungguh kedua telingaku ini mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Thalhah dan Zubair berjalan di surga.”

Jasad Zubair dikuburkan di samping jasad Thalhah agar mereka dapat berdampingan sebagaimana ketika masih berada di dunia. Mereka telah menjadi dua orang yang bersaudara. Mereka akan menjadi tetangga Rasulullah di dalam surga. Sebagaimana sabda Rasulullah “ Thalhah dan Zubair adalah dua tetanggaku di surga”.

Kamis, 23 Juli 2020

Kesenangan Rumah Kelas 2


Anak-anak di bawah ini KR menyambungkan huruf hijaiyyah, silahkan ananda kerjakan dan tulis di buku tulis  yaa:🤗 Terimakasih 😇



Minggu, 26 April 2020

Materi Dinul Islam Kelas 2 : Kisah Ali bin Abi Thalib

Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh anak-anak hebat 

Alhamdulillaah hari ini kita akan mengulang kembali pelajaran tentang kisah Ali bin Abi Thalib. Silahkan ananda baca dengan baik ya ceritanya 


Kisah Ali bin Abi Thalib

          Ali bin Abi Thalib adalah khalifah ke empat umat Islam. Ali bin Abi Thalib merupakan sosok orang yang pintar, pemberani, memiliki akhlak yang mulia dan sangat rajin beribadah. Ali bin Abi Thalib juga termasuk sahabat nabi yang dijamin masuk surga.

          Ali bin Abi Thalib lahir pada tahun gajah ke-13. Ibunya bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Qushay bin Kilab.
Ayahnya bernama Abu Thalib. Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad saw yang sangat menyayangi Nabi.

          Sehingga Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu Nabi Muhammad saw.. Selain itu,  Ali pun merupakan menantu Nabi Muhammad saw. Karena Ali bin Abi Thalib menikah dengan anak Nabi Muhammad saw yang bernama Fatimah az-Zahra.

          Sejak kecil, Ali bin Abi Thalib dibesarkan dan dididik oleh nabi Muhammad saw. Sehingga Ali memiliki akhlak yang sangat mulia.

Ali bin Abi Thalib termasuk ke dalam orang-orang pertama yang masuk Islam dari golongan anak-anak. Ali masuk Islam pada umur 8 tahun.
         
          Ali bin Abi Thalib adalah laki-laki yang memiliki kulit berwarna hitam manis, berjenggot tebal, berbadan kuat, berwajah tampan, memiliki gigi yang rapi dan memiliki julukan Abu Hasan.

          Ali bin Abi Thalib adalah sahabat nabi yang memiliki keberanian dalam membela agama Islam. Hal ini dibuktikan ketika Ali menginap di ranjang Rasulullaah saw ketika peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah.
          Ketika itu, Rasulullah saw. Selalu diganggu dan dikejar-kejar oleh orang-orang kafir Quraisy. Kemudian dengan keberanian Ali, akhirnya Ali menggantikan Rasulullaah tidur di tempat tidur Rasulullaah saw.
          Orang-orang kafir Quraisy mengira bahwa yang sedang tidur tersebut adalah Rasulullah saw. Namun setelah mengetahui bahwa orang yang sedang tidur itu adalah Ali, kaum kafir Quraisy pun sangat kesal dan marah.

          Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang selalu hidup dalam kesederhanaan. Ali selalu bekerja kerasa dalam mencari nafkah, meskipun ayah Ali adalah sosok yang terpandang dan dihormati.

          Ali adalah sosok orang yang senang beramal, senang membantu orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.

          Suatu ketika, Ali memberitahu istrinya yaitu Fatimah bahwa Ali belum bisa membawa uang sepeser pun untuk membeli kebutuhan hidup keluarganya.

          Mendengar hal tersebut, Fatimah menenangkan hati Ali dan berkata “Tidak apa-apa, yang memiliki kuasa memberikan rezeki hanyalah Allah swt”.
          Tak lama kemudian, Ali pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat. Ketika pulang dari masjid, ali bertemu dengan laki-laki tua. Orangtua tersebut memberikan Ali uang sebanyak 30 dinar, sambil berkata “Aku dulu pernah meminta ayahmu untuk menyamak kulit. Aku belum sempat membayarnya, namun ayahmu keburu wafat. Terimalah uang ini wahai Ali, karena engkau adalah ahli warisnya”.

          Ali pun menerima uang tersebut dengan penuh rasa syukur. Kemudian Ali bergegas untuk membeli beberapa kebutuhan rumah di pasar.
          Ketika di pasar, Ali bertemu dengan fakir miskin yang meminta-minta sambil memelas “siapakah yang mau memberikan hartanya di jalan Allah, bersedekahlah kepadaku. Aku adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal di perjalanan”.
          Ali pun kemudian memberikan uang yang ia dapatkan untuk diberikan kepada orangtua tersebut, sebagai bekal orangtua tersebut ketika dalam perjalanan.

          Sesampainya di rumah, Ali pun menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada istrinya Fatimah. Kemudian Fatimah pun tersenyum dan bahagia karena rezeki yang didapatkan Ali disedekahkan karena Allah.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Ali bin Abi Thalib adalah :
1. Kita harus senantiasa beribadah kepada Allah
2. Memiliki keberanian dalam membela kebenaran
3. Menyedekahkan sebagian rezeki kita untuk orang yang membutuhkan
4. Menolong sesama yang sedang membutuhkan bantuan
5. Tidak bersikap sombong


Alhamdulillaah ananda sudah selesai 

membaca ceritanya?


Apabila sudah selesai membaca, silahkan ananda jawab pertanyaan yang ibu berikan di bawah ini. Ananda klik ya tulisan yang berwarna biru ini: 


Terimakasih untuk ananda semua yang telah mengerjakan dengan baik. Semoga ananda semua senantiasa dalam kebaikan dan lindungan Allah. 
Waasalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Rabu, 08 April 2020

Asmaul Husna

Assalamu'alaikum anak-anak..materi hari ini yaitu tentang asmaul husna dari Al-Jalil hingga Al-Muhyi. 

Disini terdapat 2 video:
1. Video pertama merupakan materi asmaul husna.

2. Video kedua merupakan lagu asmaul husna

Silahkan ananda simak video pertama terlebih dahulu. Ikuti perintah yang diberikan yaaa....

Video Pertama

Atau ananda klik link ini :⇨⇨⇨⇨⇨⇨ https://youtu.be/q1C29a7y4jE




Video Kedua

Apabila ananda mau menghafalkan asmaul husnanya dengan lagu, ananda bisa lihat video di bawah ini:


Atau untuk lagu Asmaul Husna ananda bisa klik link:⇒⇒⇒⇒⇒⇒⇒https://youtu.be/Mm-sV_Cj76w


Selamat menghafal anak-anak shaalih shaalihah....
Semangat berkarya...

Wassalamu'alaikum wr.wb...