Minggu, 26 April 2020

Materi Dinul Islam Kelas 2 : Kisah Ali bin Abi Thalib

Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh anak-anak hebat 

Alhamdulillaah hari ini kita akan mengulang kembali pelajaran tentang kisah Ali bin Abi Thalib. Silahkan ananda baca dengan baik ya ceritanya 


Kisah Ali bin Abi Thalib

          Ali bin Abi Thalib adalah khalifah ke empat umat Islam. Ali bin Abi Thalib merupakan sosok orang yang pintar, pemberani, memiliki akhlak yang mulia dan sangat rajin beribadah. Ali bin Abi Thalib juga termasuk sahabat nabi yang dijamin masuk surga.

          Ali bin Abi Thalib lahir pada tahun gajah ke-13. Ibunya bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Qushay bin Kilab.
Ayahnya bernama Abu Thalib. Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad saw yang sangat menyayangi Nabi.

          Sehingga Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu Nabi Muhammad saw.. Selain itu,  Ali pun merupakan menantu Nabi Muhammad saw. Karena Ali bin Abi Thalib menikah dengan anak Nabi Muhammad saw yang bernama Fatimah az-Zahra.

          Sejak kecil, Ali bin Abi Thalib dibesarkan dan dididik oleh nabi Muhammad saw. Sehingga Ali memiliki akhlak yang sangat mulia.

Ali bin Abi Thalib termasuk ke dalam orang-orang pertama yang masuk Islam dari golongan anak-anak. Ali masuk Islam pada umur 8 tahun.
         
          Ali bin Abi Thalib adalah laki-laki yang memiliki kulit berwarna hitam manis, berjenggot tebal, berbadan kuat, berwajah tampan, memiliki gigi yang rapi dan memiliki julukan Abu Hasan.

          Ali bin Abi Thalib adalah sahabat nabi yang memiliki keberanian dalam membela agama Islam. Hal ini dibuktikan ketika Ali menginap di ranjang Rasulullaah saw ketika peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah.
          Ketika itu, Rasulullah saw. Selalu diganggu dan dikejar-kejar oleh orang-orang kafir Quraisy. Kemudian dengan keberanian Ali, akhirnya Ali menggantikan Rasulullaah tidur di tempat tidur Rasulullaah saw.
          Orang-orang kafir Quraisy mengira bahwa yang sedang tidur tersebut adalah Rasulullah saw. Namun setelah mengetahui bahwa orang yang sedang tidur itu adalah Ali, kaum kafir Quraisy pun sangat kesal dan marah.

          Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang selalu hidup dalam kesederhanaan. Ali selalu bekerja kerasa dalam mencari nafkah, meskipun ayah Ali adalah sosok yang terpandang dan dihormati.

          Ali adalah sosok orang yang senang beramal, senang membantu orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.

          Suatu ketika, Ali memberitahu istrinya yaitu Fatimah bahwa Ali belum bisa membawa uang sepeser pun untuk membeli kebutuhan hidup keluarganya.

          Mendengar hal tersebut, Fatimah menenangkan hati Ali dan berkata “Tidak apa-apa, yang memiliki kuasa memberikan rezeki hanyalah Allah swt”.
          Tak lama kemudian, Ali pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat. Ketika pulang dari masjid, ali bertemu dengan laki-laki tua. Orangtua tersebut memberikan Ali uang sebanyak 30 dinar, sambil berkata “Aku dulu pernah meminta ayahmu untuk menyamak kulit. Aku belum sempat membayarnya, namun ayahmu keburu wafat. Terimalah uang ini wahai Ali, karena engkau adalah ahli warisnya”.

          Ali pun menerima uang tersebut dengan penuh rasa syukur. Kemudian Ali bergegas untuk membeli beberapa kebutuhan rumah di pasar.
          Ketika di pasar, Ali bertemu dengan fakir miskin yang meminta-minta sambil memelas “siapakah yang mau memberikan hartanya di jalan Allah, bersedekahlah kepadaku. Aku adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal di perjalanan”.
          Ali pun kemudian memberikan uang yang ia dapatkan untuk diberikan kepada orangtua tersebut, sebagai bekal orangtua tersebut ketika dalam perjalanan.

          Sesampainya di rumah, Ali pun menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada istrinya Fatimah. Kemudian Fatimah pun tersenyum dan bahagia karena rezeki yang didapatkan Ali disedekahkan karena Allah.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Ali bin Abi Thalib adalah :
1. Kita harus senantiasa beribadah kepada Allah
2. Memiliki keberanian dalam membela kebenaran
3. Menyedekahkan sebagian rezeki kita untuk orang yang membutuhkan
4. Menolong sesama yang sedang membutuhkan bantuan
5. Tidak bersikap sombong


Alhamdulillaah ananda sudah selesai 

membaca ceritanya?


Apabila sudah selesai membaca, silahkan ananda jawab pertanyaan yang ibu berikan di bawah ini. Ananda klik ya tulisan yang berwarna biru ini: 


Terimakasih untuk ananda semua yang telah mengerjakan dengan baik. Semoga ananda semua senantiasa dalam kebaikan dan lindungan Allah. 
Waasalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar