Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh anak-anak hebat 

Alhamdulillaah hari ini kita akan mengulang kembali pelajaran tentang kisah Ali bin Abi Thalib. Silahkan ananda baca dengan baik ya ceritanya 


Kisah Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib adalah khalifah ke
empat umat Islam. Ali bin Abi Thalib merupakan sosok orang yang pintar,
pemberani, memiliki akhlak yang mulia dan sangat rajin beribadah. Ali bin Abi
Thalib juga termasuk sahabat nabi yang dijamin masuk surga.
Ali bin Abi Thalib lahir pada tahun gajah
ke-13. Ibunya bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Qushay bin Kilab.
Ayahnya bernama Abu Thalib. Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad
saw yang sangat menyayangi Nabi.
Sehingga Ali bin Abi Thalib merupakan
sepupu Nabi Muhammad saw.. Selain itu, Ali
pun merupakan menantu Nabi Muhammad saw. Karena Ali bin Abi Thalib menikah
dengan anak Nabi Muhammad saw yang bernama Fatimah az-Zahra.
Sejak kecil, Ali bin Abi Thalib
dibesarkan dan dididik oleh nabi Muhammad saw. Sehingga Ali memiliki akhlak
yang sangat mulia.
Ali bin Abi Thalib termasuk ke dalam orang-orang pertama yang masuk
Islam dari golongan anak-anak. Ali masuk Islam pada umur 8 tahun.
Ali bin Abi Thalib adalah laki-laki
yang memiliki kulit berwarna hitam manis, berjenggot tebal, berbadan kuat,
berwajah tampan, memiliki gigi yang rapi dan memiliki julukan Abu Hasan.
Ali bin Abi Thalib adalah sahabat nabi
yang memiliki keberanian dalam membela agama Islam. Hal ini dibuktikan ketika
Ali menginap di ranjang Rasulullaah saw ketika peristiwa hijrah dari Makkah ke
Madinah.
Ketika itu, Rasulullah saw. Selalu
diganggu dan dikejar-kejar oleh orang-orang kafir Quraisy. Kemudian dengan
keberanian Ali, akhirnya Ali menggantikan Rasulullaah tidur di tempat tidur
Rasulullaah saw.
Orang-orang kafir Quraisy mengira
bahwa yang sedang tidur tersebut adalah Rasulullah saw. Namun setelah
mengetahui bahwa orang yang sedang tidur itu adalah Ali, kaum kafir Quraisy pun
sangat kesal dan marah.
Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang
selalu hidup dalam kesederhanaan. Ali selalu bekerja kerasa dalam mencari
nafkah, meskipun ayah Ali adalah sosok yang terpandang dan dihormati.
Ali adalah sosok orang yang senang
beramal, senang membantu orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
Suatu ketika, Ali memberitahu istrinya
yaitu Fatimah bahwa Ali belum bisa membawa uang sepeser pun untuk membeli
kebutuhan hidup keluarganya.
Mendengar hal tersebut, Fatimah menenangkan hati Ali dan berkata “Tidak apa-apa, yang memiliki kuasa memberikan rezeki hanyalah Allah swt”.
Tak lama kemudian, Ali pergi ke masjid
untuk melaksanakan shalat. Ketika pulang dari masjid, ali bertemu dengan
laki-laki tua. Orangtua tersebut memberikan Ali uang sebanyak 30 dinar, sambil berkata
“Aku dulu pernah meminta ayahmu untuk menyamak kulit. Aku belum sempat
membayarnya, namun ayahmu keburu wafat. Terimalah uang ini wahai Ali, karena
engkau adalah ahli warisnya”.
Ali pun menerima uang tersebut dengan
penuh rasa syukur. Kemudian Ali bergegas untuk membeli beberapa kebutuhan rumah
di pasar.
Ketika di pasar, Ali bertemu dengan
fakir miskin yang meminta-minta sambil memelas “siapakah yang mau memberikan
hartanya di jalan Allah, bersedekahlah kepadaku. Aku adalah orang yang sedang
dalam perjalanan dan kehabisan bekal di perjalanan”.
Ali pun kemudian memberikan uang yang
ia dapatkan untuk diberikan kepada orangtua tersebut, sebagai bekal orangtua
tersebut ketika dalam perjalanan.
Sesampainya di rumah, Ali pun
menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada istrinya Fatimah. Kemudian
Fatimah pun tersenyum dan bahagia karena rezeki yang didapatkan Ali
disedekahkan karena Allah.
Pelajaran
yang dapat diambil dari kisah Ali bin Abi Thalib adalah :
1. Kita harus senantiasa beribadah kepada
Allah
2. Memiliki keberanian dalam membela kebenaran
3. Menyedekahkan sebagian rezeki kita untuk
orang yang membutuhkan
4. Menolong sesama yang sedang membutuhkan
bantuan
5. Tidak
bersikap sombong
Alhamdulillaah ananda sudah selesai
membaca ceritanya?


Apabila sudah selesai membaca, silahkan ananda jawab pertanyaan yang ibu berikan di bawah ini. Ananda klik ya tulisan yang berwarna biru ini: 


Terimakasih untuk ananda semua yang telah mengerjakan dengan baik. Semoga ananda semua senantiasa dalam kebaikan dan lindungan Allah. 
Waasalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.
